如果她不回來了,
就讓她自由的走吧,
如果她回來了,
就永遠永遠的愛她。
i like this song!
Pernahkah kamu bertanya:
” Mengapa aku berada di Jakarta (atau tempat di mana kamu tinggal sekarang) dan bukan di Amerika Serikat misalnya?”
Mengapa aku lahir di tahun 1980-an dan bukan lahir di tahun 1990 atau 1938 misalnya?
Mengapa? Oh … Mengapa?
Ketika Jakarta banjir atau macet atau polusi tingkat tinggi akibat asap kendaraan, mungkin engkau bertanya:
“ Mengapa aku harus tinggal di kota seperti ini, ya Tuhan? Mengapa temanku itu berkesempatan menikmati indahnya dunia dan tinggal di lain kota?” (Sebetulnya ini lebih kepada melihat rumput tetangga yang lebih subur, karena bukan berarti tinggal di negara lain tidak punya masalah.Masalah yang dihadapi tentunya berbeda. Polusi-macet-banjir, tidak ditemukan di Singapura, tetapi bukan berarti kamu tinggal di Singapura bebas dari masalah, ‘kan?).
Anyway, pernahkah kita meyakini bahwa:
‘ This is the right time, this is the right place.’
Inilah saat yang paling tepat bagi kita untuk hidup di dunia, karena ini sudah menjadi waktu yang dipilihkan-Nya. Inilah tempat yang paling tepat menurut Dia untuk kita tinggali saat ini dan bukan tempat lainnya. Inilah rumah yang memang menjadi jatah kita saat ini. Mungkin bukan rumah gedongan bak sinetron yang punya kolam renang dan halaman luas, tetapi inilah yang diberikan-Nya kepada kita lewat usaha dan kerja keras kita. Dan bila kita perluas: inilah pasangan hidup yang tepat yang Tuhan berikan kepada kita. Kita bisa saja memilih orang lain dan punya pengalaman hidup yang berbeda, namun kita memutuskan untuk berpetualang bersamanya dan menghabiskan sisa usia bersama.
Inilah anak-anak yang dipercayakan Tuhan yang lahir dari perkawinan ini. Inilah orang tua yang terbaik yang dipercayakan-Nya bagi kita. Inilah mertua, menantu, cucu, saudara, kakak-adik, sepupu, teman sekantor, teman akrab, bahkan pembantu yang dikirimkan-Nya kepada kita. Tentunya dengan ketidaksempurnaan mereka sebagai manusia. Dengan keterbatasan mereka, karena kalau kita sadari: kita sendiri pun tidak sempurna. Adalah hal yang membuat frustrasi ketika kita mintakan standar yang begitu tinggi dari orang lain, sementara kita sendiri tak mampu mencapainya. Bukankah kesempurnaan itu hanya milik Tuhan?
Adalah mereka dan bukan orang lain. Adalah tempat ini dan bukan tempat lain. Adalah saat ini, bukan saat yang lain. Ketika kita berpikir bahwa inilah saat yang tepat, inilah waktu yang tepat, dan inilah orang-orang yang tepat yang dipercayakan-Nya kepada kita, maka kita akan dipenuhi cinta-Nya. Dengan menyadari bahwa kita dikelilingi berkat, dikelilingi berkah yang tak terhingga dari-Nya, kita akan mampu menapaki hidup dengan syukur.
Ah, terlalu sering kita mengeluh. Kalau saja…’What ifs…’
‘What if we learn to be more thankful today. By realizing that: this is the right time, this is the right place to experience His blessings as well as to be a blessing to others?’
Tuhan berkati.
From: HCMC, 7 April 2010
Just So You Know ~Jesse McCartney
Ini ada temen transportation live reporter wanna be :) Dia update status sepanjang perjalanannya, menarik disimak, here it is:
1. Nyimas Suryani BuswayTonight. Kejebak bersama Jackmania. Antri lama, mo napas aja susah.
Yesterday at 7:56pm via Facebook for BlackBerry · Comment · Like
2. Nyimas Suryani BuswayTonight. Me: “Mas, berdiri dong, ga liat ni ada mbak2 bawa anak?!” Mas2gapeka: “Iya deh mbak”. Ga ada gunanya mas melototin saya, saya kasih senyum ya.
Yesterday at 8:02pm via Facebook for BlackBerry · Comment · Like
3. Nyimas Suryani BuswayTonight. Terhimpit.(Kaki)Terinjak. Berdesakan. Bergelantungan. Kelaparan. Perfecto.
Yesterday at 8:05pm via Mobile Web · Comment · Like
4. Nyimas Suryani BuswayTonight. Ganti koridor. Busway kosong. Berhasil ngeTake kursi pojokan belakang. Nyaman. Senang. Pas liat jalanan, macet parah.
Yesterday at 8:16pm via Facebook for BlackBerry · Comment · Like
5. Nyimas Suryani BuswayTonight. Noleh ke sebelah. Liat rombongan the Jack (lagi). Pada santai duduk di atas angkot, bahkan ada yg berdiri. Sakti.
Yesterday at 8:45pm via Facebook for BlackBerry · Comment · Like
6. Nyimas Suryani BuswayTonight. Last report. Akhirnya jalanan lancar. Akhirnya nyampe juga. and now I’m starving. Lapar sampe pusing.
Yesterday at 9:19pm via Facebook for BlackBerry · Comment · Like
Dari satus updatenya, bisa diperkirakan orangnya kayak apa, hmmm..
pernahkan kita merenungkan..kita hidup bagaikan sebuah pensil..??
renungkan ke-5 hal yang dimiliki pensil ini agar pensil siap menjadi pensil yang baik
sebelum menjadi pensil yang baik..pensil tersebut harus diserut dengan alat serut yang tajam..menyakitkan..kulit pensil harus terkelupas,namun serutan itu membuat pensil menjadi tajam,
pensil dinilai baik bukan dari kayu luarnya..namun dari isi dari pensil tersebut
pensil yang baik meninggalkan goresan yang tidak mudah di hapus
pensil yang baik siap menghapus goresannya sendiri yang dinilai salah atau tidak baik
yang terpenting adalah..pensil mempercayakan kepada sang penggores untuk membuat karya yang baik dengan dirinya
sekarang ganti pensil tersebut dengan diri anda!
- pencobaan hidup ini bagaikan serutan yang menyakitkan buat anda,namun ingatlah bahwa itu akan membuat anda menjadi tajam
- diri terbaik anda bukanlah dari penampilan anda…bukan dari seberapa mahal baju anda,seberapa mewah handpone & mobil anda..tapi diri terbaik bagi anda adalah apa yang ada dalam diri anda..
- biarlah diri anda meninggalkan sesuatu hal yang positif yang tidak mudah dihapuskan oleh apapun maupun siapapun
- hapuskan setiap hal yang anda nilai salah..akui setiap kesalahan yang telah anda buat dan goreskan goresan - goresan baru yang lebih baik
- percayalah..Tuhan kita akan membuat setiap kita menjadi mahakarya yang luar biasa